~Gerbang Masuk Desa Sembungan~
Perjalanan dimulai dari Jogja, tepatnya dari kos aku berangkat jam 10 Pagi WIB. Perjalanan naik motor, dan badanku pun encok gag karuan. Rute perjalanan dari Jogja kita lewat Magelang kota lalu nyari jalan ke arah Purworejo kemudian belok kanan ke arah Wonosobo.
Masuk kota Wonosobo mulai disambut dengan hamparan permadani teh dan pemandangan dengan jalan yang meliuk-liuk. Sumpah..!! Indah banget. Hawa dingin mulai terasa dan hujanpun tak terhindarkan :')
Perjalanan terjal dan meliuk-liuk naik turun tetep kami lanjutkan. Setelah beristirahat sholat dhuhur di pinggir jalan dan makan mendoan khas Wonosobo, kami melanjutkan perjalanan lagi. Kali ini perjalanan lebih ekstrem, di samping motor temen aku macet, hujanpun seakan males berenti dan kabut mulai turun. Dingiiiinn...
Memasuki gerbang masuk ke Dieng, kami harus berhenti untuk membayar uang masuk kawasan Dieng. Murah kog, kalo naik motor bayar tiketnya Rp. 4.000 dan kita udah di kasih Peta perjalanan menuju kawasan wisata yang kita mau.
Karena kami belum pernah ke Bukit Sikunir, dan itu kali pertama aku ngecamp kita pun mesti banyak nanya ke warga sekitar buat nemuin dimana letak Bukit Sikunir berada. Pertanyaan terakhir kami terlontar di warung kelontong di desa terakhir di perbukitan Dieng. yappp!! bener banget, Desa Sembungan.
Dan Bukit Sikunir tepat berada di belakang desa Sembungan itu. Motor kami taroh gitu aja di lapangan terakhir sebelum perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki. Sempet merinding, karena suasana desa yang sepi dan berkabut tebal mana udah hampir maghrib meski dalam hati juga ngebatin "ya Alloh, lindungi kami. Disini kami orang baru".
Perjalanan kaki ke Bukit Sikunir pun dimulai. Dengan membaca Bissmillah kami mulai melangkahkan kaki dan kami berusaha tetap fokus, untuk tidak ngalamun pastinya. Sempet kesasar beberapa kali meskipun rute ke Bukit Sikunir tidak terlalu ekstrem, jarak naik ke atas Bukit 800 M, tapi tetep aja aku ngos-ngos an total :')
Alhamdulillahnya, sampe puncak ternyata rame ada anak-anak mapala dari Brebes pada ngecamp. Dan Tenda kami dirikan tepat disaat adzan Maghrib dari desa di bawah bukit terdengar. Malam pun tidak terlalu mengerikan buat aku yang pertama kali itu ngecamp. Celotehan-celotehan nakal dari anak-anak Mapala itu terdengar mencairkan suasana malam yang sepi.
Pagi pun datang, awalnya kita berharap karena semalam tidak hujan mungkin kita bisa mengejar sunrise di balik bukit. Tapi nyatanya, kabut tebal masih setia menyelimuti perbukitan hingga pukul 08.00 pagi dan kami pun memutuskan untuk berkemas pulang.
Diperjalanan pulang, kami mampir ke Telaga Cebongan yang terletak tepat di bawah Bukit Sikunir. Lalu kami mampir ke Candi... aduh aku lupa nama Candi nya apa, dan dilanjutkan mampir ke Gardu Pandang Tieng.
Dan, kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Jogja dengan harapan aku bisa mampir lagi kesini. :)
~Aku dan Hamparan Kebun Teh~
~Spanduk sebelum ke Puncak Sikunir~
~Puncak Sikunir yang Berkabut :(
~Telaga Cebongan~
~Candi Dieng~
~From Gardu Pandang Tieng~





