Kamis, 13 Februari 2014

Meletus...

Diposting oleh Nurul Inayah di Kamis, Februari 13, 2014 1 komentar
Lagi-lagi bencana alam melanda Indonesiaku tercinta. Kali ini, giliran Gunung Kelud yang menunjukkan 'aksinya' tepat pada malam jum'at pukul 22.56 WIB. Dan aku ikut merasakan betapa dahsyatnya sang Gunung yang gagah memuntahkan laharnya. Yoyoyo... dentuman sebanyak 3 kali begitu kuat terdengar sampai Jogja.

Berbicara tentang gunung Kelud yang sedang ramai diperbincangkan di berbagai media sosial twitter, fesbuk, dan vivanews saat ini, aku tiba-tiba teringat dengan dongeng rakyat pada waktu  aku kecil dulu. Ya, kisah Lembu Suro dan pengkhianatan cinta putri dari raja Brawijaya yang bertahta di Majapahit bernama Dyah Ayu Pusparini (ada berbagai macam versi cerita tentang lembu suro, tapi aku lebih suka cerita versi ini sih. Versi ini agak mendramatisir ala-ala senetron FTV gitu). 

Diceritakan bahwa Dyah Ayu Pusparini ini memiliki kecantikan yang  sangat memikat. Berkulit halus laksana sutra dan memiliki rupa nan elok bagaikan bulan purnama. Kalo dalam imajinasiku sih, putri Dyah Ayu ini ndak jauh-jauh dari para kontestan Miss Indonesia 2014 yang sekarang lagi di karantina. Karena menurutku kecantikan para kontestan ajang kecantikan itu pasti warisan dari leluhur pada jaman dahulu yang diturunkan kepada cicit cicitnya cicit yang sekarang lagi dikarantina itu. Oke, kembali fokus ke dongeng !

Gembar-gembor kecantikan sang putri ini menyebar ke seluruh nusantara sehingga membuat banyak pangeran dari kerajaan lain datang melamarnya. Namun, belum ada satupun lamaran yang diterima oleh raja Brawijaya. Ya, mungkin kalo digambarkan di jaman sekarang raja Brawijaya ini tipikal calon mertua yang agak susah-susah gampang. Kaya misalnya memulai percakapan dengan kalimat tanya dan langsung menghujam tanpa tedeng aling-aling seperti "kamu punya modal apa buat nikahin anak saya?" kurang lebihnya kaya gitu.

Sang raja yang tak ingin terjadi peperangan antar kerajaan akibat lamaran terhadap putrinya di tolak kemudian melakukan sayembara. Sayembara dilakukan biar sang raja berlaku adil, barang siapa yang mampu memenangkan sayembara maka dialah yang berhak mempersunting Dyah Ayu Pusparini. Dan, pangeran-pangeran yang tidak menang sayembara harus menerima dengan lapang dada dan tidak boleh dendam. 

Sayembara raja Brawijya ini adalah: barang siapa yang mampu merentangkan busur sakti  Kyai Garudayeksa dan mengangkat gong Kyai Sekardelima maka dialah yang berhak mempersunting gusti putri Dyah Ayu Pusparini. Kalo jaman sekarang, masih ada calon mertua yang pake sayembara-sayembara macam beginian dijamin deh, dijamin deh anaknya kawin lari. Peh! peh! peh! Anak durhaka. Ndaklah ya, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya termasuk raja Brawijaya ini maka diadakannyalah sayembara buat mencari calon menantu yang berkualitas. Begituw...

Raja Brawijaya memerintahkan panglimanya untuk mengumumkan kepada seluruh rakyat dan pangeran dari kerajaan sekitar tentang sayembaranya. Hari dan waktu yang ditentukan telah tiba, berkumpullah semua peserta sayembara di alun-alun kerajaan. Nampak sang raja Brawijaya dengan didampingi sang permaisuri dan putrinya duduk di singgasana. Setelah busur kyai Garudayeksa dan gong kyai Sekardelima disiapkan kemudian sang raja memukul gong tanda sayembara telah dimulai.

Satu-persatu para peserta sayembara dari berbagai kerajaan menunjukkan kekuatan dan kesaktiannya untuk memenangkan sayembara itu. Ini nih... Ini, yang ndak nyampe aku ngebayanginnya kalo seandainya cowok jaman sekarang mau nglamar gadis pujaannya kudu di suruh menunjukkan kesaktiannya. Palingan juga kesaktian cowok jaman sekarang itu jago spik + bribik. Yah... jaman memang sudah berubah. *Kemudian merenung dan kembali ke dongeng...

Setelah semua peserta sayembara mengikuti tantangan untuk merentangkan busur Kyai Garudayeksa dan gong Kyai Sekardelima tak ada satupun dari peserta yang berhasil melewati dua tantangan itu. Malah banyak peserta yang dikabarkan terkena encok dan patah tulang karena tidak kuat merentangkankan busur maupun mengangkat gong. Tunggu dulu... INI DONGENG APAAN SIH ABSURD BEGINI BAWA-BAWA ENCOK??!!! *okelah abaikan*

Karena tidak ada satupun berhasil yang memenangkan sayembara itu maka raja Brawijaya memutuskan untuk menutup acara dengan memukul gong. Tiba-tiba muncullah seorang pemuda berkepala lembu mengajukan diri untuk mencoba mengikuti sayembara itu.

"Ampun gusti prabu... Apakah hamba masih diperkenankan mengikuti sayembara ini?"

Raja Brawijaya kontan saja kaget dengan kedatangan pemuda berkepala lembu tersebut. Kalo jaman dulu mungkin cuma kaget ya lihat manusia berkepala lembu. Entah apa jadinya pemuda ini kalo hidup di jaman sekarang. Pasti dia di fitnah secara keji sebagai titisan dajjal. eh.. tapi kan dajjal itu bermata satu, bukan berkepala lembu.. OKE OKE BALIK KE DONGENG LAGI NDAK USAH BANYAK PROTES.

"Hai pemuda 'aneh' siapa gerangan namamu?!"

Kita stop dulu di bagian ini. Aku ndak bisa bayangin dan bayanganku pun ndak nyampe kalo seandainya pacarku dateng ke bapakku terus bapakku nanyanya kaya begitu. LANJUT.

"Nama hamba Lembu Suro, gusti prabu" Jawab sang pemuda.

Raja Brawijaya pun mengijinkan sang pemuda 'aneh' itu untuk mengikuti sayembara. Sang raja beranggapan bawa Lembu Suro pasti tidak akan mampu menerima tantangannya. Tapi, diluar dugaan raja Brawijaya ternyata Lembu Suro mampu membentangkan busur kyai garudayeksa dan mengangkat gong kyai sekardelima dengan mudahnya.

Semua mata terpana dengan kesaktian Lembu Suro dan tepuk tangan para penonton bergema. Tapi tidak dengan putri Dyah Ayu Pusparini. Dia nampak sedih dan kecewa karena Lembu Suro yang memenangkan pertandingan. Dia tidak mau menikah dengan lelaki berkepala lembu seperti Lembu Suro.

Raja Brawijaya pun galau. Sebagai seorang raja yang arif dia harus menepati janjinya untuk menikahkan putrinya dengan Lembu Suro yang sudah memenangkan sayembara, akan tetapi sebaliknya putrinya sendiri menolak untuk menikah dengan Lembu Suro yang buruk rupa.

Berhari-hari putri Dyah Ayu Pusparini enggan keluar kamar. Dia menangis meratapi nasibnya yang harus menikah dengan Lembu Suro. Melihat tuannya bersedih, dayang pengasuh pun memberikan usul sebelum diadakannya pesta perkawinan alangkah baiknya putri Dyah Ayu Pusparini memberika satu syarat yakni membuat sumur di puncak gunung Kelud dalam waktu semalam yang digunakan oleh mereka berdua untuk mandi setelah perkawinan.

Lembu Suro pun menyanggupi syarat yang diajukan oleh Dyah Ayu. Baginya, apapun akan dilakukan demi menyenangkan calon istrinya. Sampai disini kita bisa melihat, tulusnya cinta Lembu Suro terhadap Dyah Ayu Pusparini dibalas dengan dusta. Ternyata, Dyah Ayu sudah merencanakan niat jahatnya untuk melenyapkan Lembu Suro karena Lembu Suro buruk rupa.  Dyah Ayu hanya memandang secara fisik saja. Tidak melihat ke dalam hati sang Lembu T^T

INI KENAPA MALAH JADI AKU YANG GALAU T^T

Pada sore harinya berangkatlah rombongan Lembu Suro dan keluarga kerajaan termasuk putri Dyah Ayu Pusparini ke puncak gunung Kelud. Sesampainya di gunung Kelud, Lembu Suro langsung menggali tanah dengan sepasang tanduknya. Malam semakin larut, dan galian tanah Lembu Suro sudah semakin dalam. Dia sudah tidak terlihat lagi dari bibir sumur. Melihat hal itu, Dyah Ayu Pusparini mendesak ayahandanya untuk menggagalkan usaha Lembu Suro.

Sang raja lalu memerintahkan para pengawalnya untuk menimbun tanah yang sudah di gali Lembu Suro. Lembu Suro panik ketika mengetahui dirinya akan dikubur hidup-hidup. Dirinya berteriak minta tolong akan tetapi tak dihiraukan oleh raja Brawijaya. Usahanya sia-sia, sampai pada akhirnya keluarlah sumpah dari mulut Lembu Suro...

"YOH KEDIRI MBESUK BAKAL PETHUK PIWALESKU SING MAKAPING-KAPING YOIKU KEDIRI BAKAL DADI KALI, BLITAR DADI LATAR, TULUNGAGUNG DADI KEDUNG"

Kalo di terjemahkan sih artinya kurang lebih kediri di sumpahin bakal jadi sungai, Blitar dadi daratan, Tulungagung jadi danau.

Sehingga sampai sekarang, mitos-mitos yang beredar di masyarakat bahwa letusan gunung Kelud adalah murka sang Lembu. Tapi kita sebagai orang yang beriman, harus meyakini bahwa semua yang terjadi di bumi termasuk bencana letusan gunung merupakan kehendak Yang Maha Kuasa. Mungkin ini adalah teguran dari Sang Pencipta karena kita terlalu sombong dan lupa untuk berserah diri kepadaNya.

Yapp.. berikut dahsyatnya letusan Gunung Kelud dari postingan temen-temen di Twitter


Kilatan cahaya pada saat letusan G. Kelud via @a9un9hari


Ya Alloh, padamu kami bersujud via @ye2_83

dan lagi-lagi... hujan abu menyelimuti Jogja, setelah letusan Merapi tahun 2010 yang lalu. 

Ya, seperti gunung-gunung lainnya. Kelud sedang mengeskpresikan dirinya. Alam sedang mencari keseimbangan baru. Dia hanya memberi berkah, tidak pernah mengharap kembali. Cobalah kita sedikit respect kepada aturan dan alam. Akan ada masanya letusan itu akan berakhir. Kelud akan memberikan waktu yang panjang pada saat dia tidak meletus, dan memberikan waktu yang pendek untuk meletus. Masih kurangkah kita menikmati berkah dariNya? Semoga kami selalu dalam lindunganMu ya Robb... Maafkan kami yang terlampau sombong. Jauhkan kami dari segala marabahaya. Amin....


Selasa, 11 Februari 2014

Aku Jenuh...

Diposting oleh Nurul Inayah di Selasa, Februari 11, 2014 0 komentar
Lagi-lagi malam yang sangat random. Aku kebingungan sendiri mau ngapain lagi. Jam segini, tepat pukul 02.21 WIB dinihari, seharusnya bidadari seperti aku udah balik ke kahyangan dan bermimpi indah di pelukan malam. Tapi tidak dengan aku, dengan mata yang masih berbinar-binar berselancar di dunia. Dunia maya sih...

Yap, belakangan ini pola tidurku memang sedang dalam keadaan berantakan. Aku yang dulu ndak pernah suka begadang sampai selarut ini, mendadak jadi suka begadang hingga pagi menjelang. Kalo dulu sih begadang sampe pagi karna ada yang dikerjain (lembur tugas kuliah dan skripsi) tapi kali ini? setelah terbebas dari siksa dunia satu itu ndak ada kegiatan apapun yang aku lakukan. Tapi tetep aja ndak bisa tidur di bawah jam 10 malem. Yah.. bisa dibilang, pola tidurku berubah setelah negara api menyerang.

Sampai aku bingung sudah mau ngapain kalo ndak bisa tidur sampe pagi kaya begini...

Mau main game kaya anak-anak cowok lakuin pas lagi begadang tapi aku ndak bisa main game. Aku cepat bosan, dan malas kalo disuruh main game yang berbau ngalahin musuh. Aku males mikir, apalagi harus mikir buat ngalahin musuh. Ndak. Pokoknya aku sama sekali ndak tertarik sama game.

Nonton drama korea kayak cewek-cewek normal lainnya sampe ber-episot-episot? Udah pernah. Dan aku bukan tipe cewek yang fanatik banget sama drama-drama korea. Aku suka drama korea tergantung yang main siapa. Ya, aku memang pemilih. Dan sampai sekarang, pemain drama korea yang aku tau cuma Lee Min Ho. Yang lainnya... blah !! ndak tau aku.

Bikin keterampilan. Merajut, pernah aku gandrung sama rajutan. Sampai berhari-hari kurang tidur cuma buat ngrajut, ngrajut dan ngrajut. Hari-hariku cuma aku isi dengan gulungan-gulungan benang dan hakpen. Tapi itu cuma berlangsung beberapa minggu. Selebihnya... Benang-benang rajutanku teronggok manis di pojokan kamar. Dan aku bosan.

Yah... hanya satu kegiatan yang bikin aku betah berjam-jam di depan layar sampai mata perih. TWITERAN. Fesbuk-an juga sih... buka youtube kadang-kadang. Aku korban media sosial T^T

Saking seringnya ngtweet,aku seolah berubah menjadi sosok yang super kepo dan selalu ingin tau kabar-kabar terhangat yang sebenernya itu ndak penting tapi tak bikin jadi penting. Gosip? Yah... bisa dibilang begitu. Aku stalker sejati, hidupku selo banget untuk selalu buka Timeline orang lain, apalagi orang itu berkaitan dengan hal-hal yang berbau mention dari tuan muda. Nyari tau tentang profilnya. Sekalipun itu akun CEWEK !

Ya. Aku emang nyinyir di dunia maya. dari status-status yang aku buat setiap detik dan menitnya. Entah berapa orang yang ndak suka sama aku. Tapi aku sih cuek. Selama aku ndak minta makan sama mereka, apa peduliku.

Aku udah nyoba buat ndak gitu lagi, mungkin sekarang belum ya karena emang sekarang aku lagi ndak ada kerjaan, jadi ndak ada sesuatu yang membuatku sibuk. Ya gimana lagi ya, saat-saat menunggu wisuda tanpa pekerjaan seperti ini tak ada hal lain lagi yang bisa aku lakuin tanpa aku merasa bosan.

Aku jenuh...
Super jenuh... 
Rasanya pengen banget piknik ke Mars...


Kamis, 06 Februari 2014

Yuk Di Cium

Diposting oleh Nurul Inayah di Kamis, Februari 06, 2014 0 komentar
Satu minggu yang lalu tepatnya tanggal 30 Januari 2014 menjadi hari paling spekta sepanjang sejarah perjalanan dan lika-liku kehidupanku menghabiskan waktu di kampus tercinta. Setelah melalui perjuangan yang begitu berat dan melelahkan.... finally!

Aku  bersama 78 mahasiswa lainnya di yudisium oleh pak Dekan terganteng Bapak Haryanto, M.Pd di lantai 3 ruang Abdulloh Sigit, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.J  

Yang  itu artinya, aku resmi lulus dari kampus dan dibelakang namaku ada embel-embel 3 huruf menjadi Nurul Inayah, S.Pd :D
Ternyata rasanya yaa... biasa aja sih.

Gimana nggak biasa aja, (pertama) kita disuruh dateng ke kampus jam 10.00 WIB, gladi bersih latihan nyanyi  “Hymne UNY”, duduk, berdiri, duduk lagi….

(kedua) duduknya diurutin sesuai IPK, dan itu fakk banget :D gimana gag, dengan duduk seperti itu secara nggak langsung telah terjadi diskriminasi ke-IPK-an yang tidak manusiawi menurutku. Dimulai dari yang Cumlaude (lulus dengan predikat terbaik) duduk dibarisan paling depan dengan selempang  kemudian urut terus sampe yang kebagian duduk paling belakang dan udah ketebak lah yang paling belakang IPK-nya berapa. Dan aku nggak mau menyebutkan itu karna itu sangat jahat banget plus menghujam perasaan. Apalah arti IPK, yang penting kan setelah lulus dapet kerja. Iya toh gaes. Tapi seenggaknya IPK-ku ya nggak jongkok banget lah: 3,32 dan masih kebagian duduk dibarisan tengah J

(ketiga) dengan duduk diurutin sesuai IPK otomatis duduknya kepisah sama temen-temen yang udah kenal dan terpaksa duduk sebelahan dengan orang baru dan sama sekali nggak kita kenal. Ibarat kaya kita dipaksa menikah sama orang yang nggak kita cintai. #hesemeleeeehhh

(keempat) gag dapet snack :’(

Acara dimulai tepat pukul 11.00 WIB, diawali dari pembukaan dan nyanyi Lagu Indonesia Raya. Sumpah deh, setelah sekian lama nggak nyanyiin lagu ini pas upacara bendera (terakhir upacara bendera pas SMA dan itu artinya 4,5 tahun yang lalu) tiba-tiba kog aku merinding ya. Bukannn. Bukaaan karna ada hantu, tapi nggak tau rasanya terharu banget. Jiwa Nasionalisku muncul. Peh peh peh!! Pokoknya gitcu deeh.

Selesai mengharu biru dengan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan nyanyi lagu Hymne UNY. Seumur-umur kuliah 4 tahun di UNY aku nggak pernah hafal lagu ini.

Karunia Yang Maha Kuasa membimbing langkahmu
Membangun Indonesia menata dunia
Berlandaskan pancasila budaya mulia
‘tuk mencapai tujuan bangsa sehat cerdas takwa
Mengemban panggilan suci dharma baktimu amalkan ilmu
Universitas Ne’gri Yogyakarta
S’moga tetap berjaya~~~

Selesai nyanyi-nyanyi itu kemudian dengerin sambutan dari Dekan dan Wakil Dekan. Dengerinnya pun harus penuh khidmat. Karena ngobrol pas Yudisium itu hukumnya haram. Eh… nggak ding. Yaa pokoknya harus anteng lah nggak boleh pecicilan.

Setelah pak Dekan selesai ngasih sambutan kemudian semua mahasiswa dipanggil satu-satu buat maju ke depan, di kasih SK Yudisium sementara dan bersalam-salaman dengan pak Dekan and the gank J

Acara selanjutnya…. Ya biasalah photo photo unyuuuu ^^


Dan tinggal menunggu pesta akbar di wisuda tanggal 1 Maret 2014 nanti J


 Temen-temen satu perjuangan di kelas B PLB 09 


anakmu lulus mak :')


kita alay ^^