Gag bisa tidur, kepikiran macem-macem sambil twitter-an akhirnya muncullah ide buat bikin sedikit synopsis yang insyaAlloh mau aku panjangin jadi sebual novel, mudah2an aja kali ini gag cuma ngomong heheheh dan tiba-tiba muncul ide cerita ini terinspirasi dari seorang temen yang jauh disana, namanya Zafran… Yhuuuk yang gag bisa tidur baca aja, apalagi LDR hohoho..
“Aku gag apa-apa, jangan khawatir tentang aku, toh kamu
pergi juga untuk aku jadi buat apa aku sedih2 kan nantinya kita bahagia
sama-sama” begitu kata2 Habi sebelum pesawat membawaku pergi ke Sydney untuk
melanjutkan studiku.
Berat aku meninggalkan Habi, aku tau sebenarnya dia sedih
tapi dialah orang yang paling pandai menyembunyikan kesedihan. Seminggu sampai
akhirnya 3 bulan berturut-turut tidak henti2nya aku menggunakan fasilitas
webcam, mungkin jika ditanya kepada siapakah aku harus berterimakasih aku pasti
akan menjawab ‘tekhnologi’
Gag tau gimana jadinya kalau fasilitas chatting webcam belum
ada saat ini, pasti akulah orang terkaya dalam hal menimbun rindu…
Aku bisa bertahan disini, semangat disini hanya karna Habi. Walau
hanya melihat aktifitasnya di social network dan mendengar suaranya di
voicenote. Tapi…. Tidak dengannya.
Perubahan tetap tercium biarpun jarak berkilo meter
memisahkan. Aku mulai bingung dibuatnya, ada apa dengan Habi? Dia selau bilang
tidak masalah dengan jarak dan tetap bisa menungguku…. Apa yang membuat Habi sedikit
menjauhiku? Apa karna perhatian nyata dari seorang Rina? Penasaran kelanjutannya?
Ntar ya….tidur dulu :)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar